Wednesday, March 4, 2009

Terus

Alir sungai itu masih deras,
Malam juga terus sepi,
Siang juga terus hangat,
Hujan juga tetap lebat.

Hanya aku,
Mungkin hanya aku.

Terus di sini,
Tetap di sini,
Menunggu hati itu,
Jiwa itu, milikku.

Cukupkanlah derita aku,
Moga penat aku menunggu.


Tipu.

Aku tetap terus menunggu.


*Untuk jiwa yang masih melayang umpama putus talinya, mari mendakap aku

3 put their words:

Pali said...

jgn ditunggu..benda tu akan dtg sendiri

lynntermizi said...

oh oh you aida, i love ur thoughts!
serious suke sgt bce ur poems, mendalam sgt mksudnyer. wish i cn be a gud writer as you are darling!:ppp

Aida Zahrol said...

Pali: Yes...bila tak tunggu, masa tu ia datang. tapi datang pada masa yang tidak kita sedia kehadirannya

Lynn: thank you fer the compliment. try to write some. who knows maybe you lagi puitis ;)